6.200 Peserta Ikuti PBAK 2017

Ketua Senat UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Nanat Fatah Natsir, MS. membuka secara resmi Sidang Senat Terbuka Pengenalan Budaya Akademik dan Kemehasiswaan (PBAK) Mahasiswa Baru UIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun akademik 2017/2018 bertajuk “Penanaman Nilai-nilai Kebangsaan dalam Komitmen Menjaga NKRI” yang diikuti 6.200 peserta di Aula Anwar Musaddad dan taman Kujang, Rabu (23/8).

Dalam pembukanya Ketua Senat menjelaskan kami atas nama keluarga besar UIN SGD Bandung menyampaikan selamat datang kepada saudara-saudara mahasiswa baru untuk menimba ilmu di kampus UIN SGD Bandung yang memiliki visi menjadi universitas Islam negeri yang unggul dan kompetitif berbasis wahyu memandu ilmu dalam bingkai akhlak karimah,” paparnya.

Allah memberikan keutamaan dan kemuliaan bagi orang-orang yang berilmu dalam firman-Nya dalam Al-Qur`an surat Al-Mujaadilah ayat 11; “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Mudah-mudahan saudara termasuk orang yang akan diangkat derajatnya oleh Allah Swt,” tegasnya.

“Dari 88.798 calon mahasiswa yang mendaftar ke UIN SGD Bandung hanya diterima 6.200 orang. Hal ini berarti bahwa 7,5% saja yang diterima menjadi mahasiswa baru UIN SGD Bandung dan saudara termasuk di dalamnya. Oleh karena itu, saudara telah menjadi mahasiswa pilihan, unggul, terbaik dan hebat. Karena itu saudara harus mampu memberikan keunggulan dan kehebatan saudara dengan belajar sungguh-sungguh, tekun, kerja keras, kerja cerdas, tuntas, lulus tepat waktu sesuai dengan harapan orang tua,” jelasnya.

Kita patut berbangsa dan memberikan apresiasi atas keberhasilan UIN SGD Bandung yang meraih penghargaan anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) pada tahun 2015, rangking 1 dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI). “Oleh karena itu, kalau saudara tidak menjadi orang hebat bukan salah lembaga, tapi salah saudara yang tidak mau kreatif, karena lembaga ini sudah hebat,” ujarnya.

Atas keberhasilan itu, Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si mengajak kepada seluruh mahasiswa baru untuk bersukur dan berbangga. “Untuk itu, saudara berbangga sekaligus bersyukur kepada Allah Swt ditakdirkan menjadi bagian dari kampus tercinta. Kenapa? Lebih dari 88.798 orang mendaftar ke kampus. Anda terpilih dan harus ada momentum syujud sukur atas ditakdirnya adik-adik menjadi bagian dari kampus wahyu memandu ilmu” paparnya.

Rektor berpesan kepada seluruh mahaiswa baru untuk meluruskan niat dalam menjalankan perkuliahan di UIN SGD Bandung. “Oleh karena itu, saya titip kepada adik-adik, awali proses perkuliahan ini dengan meluruskan niat dalam rangka menuntut ilmu, sebab sebagus apapun aktivitas kita kalau salah niat tidak akan berguna disisi Allah Swt,” terasnya.

“Bersamaan dengan itu, manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya untuk menuntut ilmu supaya lulus tepat waktu sesuai dengan harapan orang tua,” pesannya.

Menurut Ketua Pelaksana PBAK 2017, Prof. Dr. H. Muhtar Solihin, M.Ag menjelaskan esensi dari PBAK itu pengenalan sistem budaya akademik dan kemahasiswaan di lingkungan UIN SGD Bandung. “Bagaimana mahasiswa baru diperkenalkan dengan sistem perkuliahan di kampus dari berbagai aspek yang dilakukan secara manusiawi, tidak ada ¬†perpeloncoan, tidak ada tindakan kekerasan dan hal-hal yang bersifat negatif. Kalau ada teman-teman mahasiswa yang mengalami perlakuan tidak baik dari panitia, saya selaku penganggung jawab bersedia menerima pengaduan dari saudara semua,” tegasnya.

Mengenai tema PBAK 2017, Wakil Rektor III menuturkan pengambilan tema ini kami ambil dalam rangka menyikapi situasi kondisi bangsa hari ini yang rasanya perlu memupuk komitmen kebangsaan kita dimulai dari mahasiswa baru,” paparnya.

Jumlah peserta yang mengikuti PBAK dari tanggal 23-25 Agustus 2017 itu sebanyak 6.200 orang. “Semula berjumlah 5.900, tapi karena ada mahasiswa lama yang tahun lalu tidak mengikuti OPAK. Maka hari ini jumlah yang mengikuti PBAK berjumlah 6.200 peserta,” jelasnya.

Wakil Rektor III menegaskan “OPAK 2017 sekaligus launching pilot project dari pemahaman Wahyu Memandu Ilmu (WMI) yang esensinya melibatkan unsur kognitif, afektif, dan psikomotorik, maka pihak kemahasiswaan mengambil dua pendekatan afektif, dan psikomotorik. Maka dari itu pilot project yang kami lakukan semenjak hari ini di bidang kemahasiswaan melalui penegakan kedisiplinan yang sesuai dengan aturan yang berlaku.”

“Untuk itu, maka kami punya jargon untuk menanamkan disiplin berakhlak Rasul, berkpribadian Abu Bakar, berintegritas Umar bin Khattab, berkomitmen Utsman bin Affan, dan berwawasan ilmuwan Ali bin Abi Thalib,” optimisnya.

Untuk menciptakan kedisiplinan di kalangan mahasiswaa yang berakhlak Rasul itu “dilakukanlah fakta integritas antara mahasiswa baru dihadapan Wakil Rektor,” pungkasnya.

Pengenalan Budaya Akademik dan Kemehasiswaan (PBAK) Mahasiswa Baru UIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun akademik 2017/2018 dilaksanakan dari tanggal 23-25 Agustus 2017. Hari pertama, pengenalan Universitas. Hari kedua, Pengenalan Fakultas dan hari ketiga, pengenalan organisasi kemahasiswaan. [Humas Al-Jamiah]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *